Posted by : nurhidayat
Kamis, 12 Juni 2014
Mainboard merupakan
lempengan papan peiranti keras dari sebuah komputer yang terletak di dalam CPU
(Central Processing Unit). Fungsinya untuk mengatur lalu lintas data dalam
sebuah komputer. Mainboard terdiri atas beberapa bagian chip dan ruang untuk
menempatkan peranti keras lainnya tanpa bantuan alat tambahan.
Dalam sebuah
mainboard, selain tersedia slot untuk menyimpan socket processor, juga terdapat
slot untuk sound card, internal modem, dan VGA Card. Namun, ada pula mainboard
yang peranti kerasnya, seperti sound card, VGA card, atau modem tidak
memerlukan tambahan komponen kartu karena sudah termasuk di dalamnya atau bukan
dalam bentuk fisik.
Jenis-Jenis
Motherboard yang ada saat ini bermacam-macam, ada yang jenis motherboard AT
baby / AT, ATX, BTX dan ITX. Jenis motherboard ITX terbagi lagi menjadi 2
jenis, yaitu Jenis-Jenis Motherboard mini-ITX dan nano-ITX. Jenis Motherboad
yang anda pilih merupakan aspek yang paling penting dari dalam perancangan
sebuah komputer.
Yang di maksud
jenis-jenis motherboard AT yaitu format yang digunakan dalam 386 serta 486
komputer pertama. kemudian format tersebut diganti oleh format ATX, dimana
formar ini membentuk sirkulasi udara yang lebih baik dari sebelumnya sehingga
lebih mudah untuk mengakses komponen-komponen komputer.
Jenis dari
motherboard ATX dapat di upgrade ke AT baby. Hal itu di maksudkan untuk
meningkatkan kemudahan bagi anda. Jenis-Jenis Motherboard ini di rancang untuk
menancapkan peripheral semudah mungkin (misalnya, IDE konektor yang terletak di
samping disk). Jenis dari motherboard ini adalah Standar ATX, mikro ATX,
Flex-ATX dan mini-ATX.
Jenis Motherboard BTX
lebih di maksudkan untuk mendukung jenis Intel yang di rancang untuk
memperbaiki pengaturan komponen, sehingga untuk mengoptimalkan sirkulasi udara,
akustik, dan pengendalian panas. Konektor dalam motherboard ini di pasang
secara paralel ke arah di mana udara mengalir. Kabel listrik BTX adalah sama
dengan pasokan listrik ATX.
Motherboard ITX
adalah format dari ( Teknologi Informasi extended ). Motherboard jenis ini di
dukung oleh Via, adalah format yang sangat kompak yang dirancang untuk
konfigurasi miniatur seperti mini-PC. Sedangkan jenis yang sama dengan
motherboard ini adalah mini-ITX dan nano-ITX.
Bagian-Bagian
MainboardSalah satu yang membedakan harga sebuah mainboard selain merek adalah
bagian-bagian dari mainboard itu sendiri. Spesifikasi dari setiap bagian
mainboard ini juga akan mendukung kelas atau kemutakhiran teknologi yang
diaplikasinnya.
Salah satu bagian
penting dari sebuah mainboard adalah chipset. Chipset yang merupakan sebuah IC
dalam ukuran kecil itu memiliki fungsi sentral. Dengan demikian, ketika akan
membeli sebuah mainboard, harus diketahui spesifisikasinya, apakah termasuk
canggih atau justru biasa-biasa saja.
Fungsi dari chipset
adalah untuk mengatur aliran data dalam sebuah unit komputer. Chipset ini pula
yang mengatur data Central Processing Unit atau CPU ke bagian sistem memori.
Selain itu, fungsinya untuk mengatur aliran data dari PCI, port IO, menentukan
kecepatan side bus, bus untuk grafis, dan menentukan sistem lain di dalam komputer,
seperti menentukan tipe port agar bisa support dengan perangkat keras lainnya.
Bagian lain dari
sebuah mainboard adalah Integrated Drive Electronics atau IDE. Secara
sederhana, IDE ini bisa dianalogikan sebagai setop kontak di dalam instalasi
listrik. Fungsinya untuk mengatur dan menghubungkan seluruh peranti keras yang
terbaca pada sebuah personal komputer, seperti saluran CDROM, hard disk, maupun
disk drive lainnya.
Bagian selanjutnya
yang perlu dikenali dari sebuah mainboard adalah IGP (Integrated Graphic
Controller) yang merupakan chip yang berkaitan dengan pengintegrasian grafis.
IGP ini hampir sama dengan video card, hanya saja IGP mengambil memorinya
langsung dari memori CPU.
Bagian-bagian lain
dari sebuah mainboard adalah L2 Cache, ZIP Socket, FSB, HSF dan socket. L2
Cache berada dekat processor, fungsinya sebagai penyedia memori selain RAM yang
kapasitasnya tidak terlalu besar. L2 Cache sama seperti L1, bisa diartikan
sebagai penyedia memori sementara. Sementara, ZIP socket adalah ruang yang
tersedia pada mainboard untuk memasang chip PGA tanpa diperlukan bantuan alat
tambahan.
FSB atau Front Side
Bus terletak pada microprocessor yang kegunaannya sebagai penghubung antara
memori utama dengan processor. Alat ini juga berfungsi untuk menyinergikan
antara processor dengan komponen lainnya di dalam mainboard.
Heat Sink Fan adalah
sebuah kipas yang berfungsi mengurangi panas, terbuat dari aluminium. Ruangan
di mainboard memang harus senantiasa dalam keadaan dingin agar daya kerja
komputer tetap stabil.
Tipe dan Harga
MainboardDi pasar resmi komputer tanah air, banyak sekali tipe dan merek
mainboard. Namun, dari sekian merek yang ada, yang telah mendapat kepercayaan
dari konsumen dan teknisi komputer adalah merek Asus. Merek Asus di pasar
banyak sekali jenisnya.
Selain Asus,
mainboard merek MSI juga termasuk baik kualitasnya sehingga banyak digunakan.
Berikut ini beberapa tipe mainboard dari kedua merek tersebut berikut processor
dan memori yang bisa support.
•Asus M4N68T-M V1
dengan sistem PCIE support dengan processor NF630A dan memori DDR3/1333
•Asus M4A78LT-M Plus
support dengan AMD760G dan memori DDR3/1333
•Asus M4A88T-MLE
support dengan AMD880G dan memori DDR3/1333
•Asus M4A87TB/USB3
support dengan AMB870 dan memori DDR3/1600,
•Asus M4A88T-V
EVO/USB3 support dengan AMD880G dan memori DDR3/1333
•Asus M4N98TD EVO
support dengan NF980A dan memori DDR3/1333
Sementara itu,
mainboard dari merek MSI yang tersedia di pasar komputer resmi antara lain
sebagai berikut.
•MS MS7309 NF725GTM
P3I support dengan processor NF630A dan memori DDR2/800
•MSI MS7507 GF615M
P33 support dengan NF430 dan memori DDR3/1333
•MSI MS7599 870-G45
support dengan AMD770 dan memori DDR3/1333
•MSI MS7623 880
GMA-E45 support dengan AMB880G dan memori DDR3/1333
Merek mainboard lain
beserta harga dan spesifikasinya antara lain sebagai berikut.
•Gigabyte
GA-EP43-DS3L seharga Rp1,2 juta support untuk processor Intel P43/1600 MHz,
memori DDR2, LAN, LGA 775, ATX.
•Gigabyte GA-EP43
DS3L seharga Rp900.000 support untuk Intel G41/1333 MHz, DDR2, Audio 7.1, LAN,
LGA 775, dan ATX.
•MSI 945GCM5-F yang
dibandrol Rp600.000 support untuk Intel, DDR2, Micro ATX, Audio 7.1. dan LGA
775.
•MSI PM8M3-V seharga
Rp500.000 support untuk Intel via P4M800, DDR, Micro ATX, LAN 10/100, Audio
5.1, dan LGA 775.
•MSI P45 Neo3-FR
seharga Rp1.250.000 support untuk Intel P45/1600 MHz, DDR2, LAN, LGA 775,
firewire dan ATX.
•MSI P45 Neo2-2 FR
support untuk Intel P45/1600 MHz, DDR2, LAN, LGA 775, firewire dan ATX seharga
Rp1,5 juta.
Demikianlah informasi
mengenai mainboard dalam komputer. Semoga informasi ini dapat menjadi referensi
bagi Anda yang ingin mencoba merakit komputer sendiri.
Definisi, Cara Kerja,
dan Cara Memilih Mainboard
Mainboard atau
motherboard adalah sebuah papan rangkaian elektronik utama yang menjadi
landasan dari komponen-komponen lainnya, seperti processor,memory, Video
Graphic Acceleration (VGA), dan sound card dalam slot-slot/soket yang tersedia.
Pamakaian jenis processor sangat mempengaruhi pemilihan motherboard.
Motherboard adalah
tempat keluar-masuknya data, menghubungkan seluruh peralatan komputer, dan
membuatnya bekerja sama sehingga komputer berjalan dengan lancar. Kualitas
motherboard sangat ditentukan oleh chipset yang tertanam di dalamnya, seperti
SIS, Nvidia Nforce, INTEL, VIA, dan lain-lain.
Definisi
Motherboard adalah
board (papan) induk atau mainboard yang semua device dipasang mulai dari
processor, memory, slot-slot untuk ekspansi, dan lain-lain. Papan induk ini tak
kalah penting dengan processor. Jika dianalogikan dengan manusia, motherboard
adalah rangkaian pembuluh darah dan jaringan urat syaraf pada komputer.
Motherboard yang
kurang baik akan mengakibatkan tidak maksimalnya kinerja peripheral lain. Oleh
karena itulah, kinerja komputer sangat dipengaruhi oelh pemilihan
motherboardyang tepat. Banyak merek dan jenis mainboard yang beredar saat ini.
Bagi yang ingin merakit komputer sendiri, disarankan agar lebih hati-hati dalam
memilih jenismotherboard.
Cara Kerja
Di dalam sistem
komputer, peripheral-peripheral akan saling terkoneksi dalam mainboarddan dapat
melanjutkan instruksi melalui jalur-jalur pada board. Semua peripheral yang
terkoneksi tersebut akan menjadi sebuah sistem yang utuh. Sementara itu,
fungsimainboard pada umumnya adalah mendistribusikan arus input dan arus data
yang dibutuhkan saat berjalannya proses di dalam komputer.
Northbridge dan
Southbridge
Ada dua chipset utama
pada mainboard, yaitu Nortbridge dan Southbridge. Northbridge berfungsi
menjembatani arus data di sekitar main memory dan prosesor serta mengatur kerja
power management. Sementara itu, Southbridge berfungsi mengatur kerja
peripheral-peripheral seperti IDE Controller, PCI Bus, AGP, dan fungsi I/O
(Input/Output) lainnya.
BIOS
Di dalam mainboard,
terdapat juga chipset EPROM yang berisi sistem operasi dasar, yaitu BIOS (Basic
Input/Output System). BIOS berfungsi melakukan Bootstrap dan inisialisasi
hardware pada saat booting.
I/O Ports
I/O (Input/Output)
ports adalah bagian mainboard yang berfungsi berinteraksi dengan usermelalui
media peripheral I/O seperti keyboard, mouse, printer, dan lain-lain. Saat ini,
hampir semua mainboard memiliki interface PS/2, USB, LPT, PCL, dan Serial.
Semua ports tersebut
memiliki fungsi dan karakteristik tersendiri. Pada initnya, karakteristik dan
fungsi tersebut dapat memudahkan user berinteraksi dangan komputer dalam
melakukan pekerjaan.
Memilih atau Merakit
Mainboard
Hal yang harus
diperhatikan saat akan memilih atau merakit mainboard atau motherboardadalah
spesifikasi yang berbeda untuk setiap merek.
•Setiap motherboard
berpasangan dengan processor tertentu, yaitu tipe socket atau slot yang
tersedia untuk processor.
•Kemampuan
motherboard untuk bisa di-upgrade sampai dengan kecepatan processor berapa?
Biasanya, motherboard mampu di-upgrade dengan mengganti processor. Pengetahuan
tentang hal ini sangat penting saat akan membelimotherboard.
•Kapasitas memory RAM
yang dipasang pada motherboard. Semakin besar memorinya, maka semakin
menguntungkan.
•Mengetahui slot yang
tersedia untuk setiap jenis RAM, misalnya berapa slot yang disediakan untuk
EDO, RAM, SDRAM, dan lain-lain.
•Setting motherboard
dilakukan secara BIOS (software) atau secara jumper setting.
•Jumlah slot untuk ISA
dan PCI. Slot-slot ini sangat berguna untuk penambahan peripheral, misalnya
audio card.
•Kecepatan Speed Bus
untuk memori (66, 100, 133, 200, 400 Mhz).
•Apakah VGA card dan
audio sudah onboard atau tidak?
•Power Supply untuk
motherboard AT, ATX, atau Baby AT.
Posting Komentar